ISLAMku bertendensi pada sebuah wilayah politik yang beradab, dimana hal ini adalah tolak ukur dari kejelian kepemimpinan otonom seorang PEMIMPIN terhadap masyarakat. Elemen ini yang harus didukung, didukung dari segi tanah air Satu, tanah air INDONESIA.
PEMIMPIN yang saya kenal adalah orang yg mempunyai keutuhan berbangsa dan bertanah air satu. Bukanlah seorang pemimpin yang beragama Islam, tapi Pemimpin yang Mempunyai darah INDONESIA.
MASYARAKAT yang saya kenal adalah Masyarakat Indonesia. Bukan masyarakat yang beragama Islam saja, tapi Masyarakat yang mempunyai AGAMA (etika).
Dan tanah air yang saya kenal adalah tanah air INDONESIA. INDONESIA bukanlah piagam jakarta, bukanlah republik indonesia serikat, melainkan PANCASILA.
Entah 4 November adalah awal ataupun akhir dari karya demokrasi bhinneka tunggal ika. Demokrasi yang telah diperjuangkan sejak berakhirnya PIAGAM JAKARTA berganti PANCASILA. bukan NAHDLOTUL ULAMA', MUHAMMADIYAH, ataupun organisasi ISLAM yang lain. Bukan Agama ISLAM, KRISTEN, ataupun agama yang lain. Melainkan INDONESIA
#entah #pemimpinkuIndonesia #GarudaMerahPutih #hidupsekaliselamanyaberarti






0 komentar:
Posting Komentar